Uber masih aktif di Singapura

Uber masih aktif di Singapura Di Indonesia Grab sudah Quantum Resonance Magnetic Analyzer mengakuisisi bisnis Uber, namun berbeda halnya dengan di negara Singapura, dimana di negara yang satu ini pemerintahanya meminta agar Grab menunda proses akuisisinya sampai pemeriksaan dari pihak berwenang tuntas, Grab sendiri telah mempublikasikan bahwa mereka sudah mengkuisisi Uber pada tangagl 25 Maret 2018 kemarin dilansir dari AFP dan jgua dari CCCS atau Competition anda Consumer Commiision of Singapore yaitu lembaga serupa seperti KPPU atau Komisi Persaingan Usaha yang ada di Indonesia karena lembaga ini mengindikasi dan mencurigai ada sesuatu yang salah di balik transaksi tersebut, itu sebabgnya komisis di Singapura ii menerbitakan larangan kepada Grab yang merupakan perusahaan asal Malaysia yang memiliki markas besar di singapura.

Terbitnya keputusan ini sendiriĀ jasa pembuatan template website bandung mewajibkan kedua perusahaan ini tetap mempertahankan tarif mereka yang memang berbeda dan diwajibkan untuk saling bertukar informasi yang sangat penting terutama yang berkaitan dengan kepentingan pelanggan dan juga pengemudi. Uber sendiri kita tahu sekarang sudah mulai berhenti beroprasi dan sudah mulai menghilang di negara negara di Asia tenggara termasuk juga negara kita Indonesia, hanya di Singapura lah Uber masih ada, mereka akan masih tetap ada hingga tanggal 7 Mei mendatangkan guna memuluskan proeses transisi para pengemudi dan pelanggan mereka.

Dari pihak Grab sendiri menanggapi aturan ini dengan sangat santai dan sangat terbuka sekali mereka tidak keberatan atas keputusan pemerintahan atau lembaga di Signapura tersebut, dan pihak Grab sendiri akan berjanji akan menaati aturan aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah Singapura ini, meskipun tentunya pihak Grab sendiri sangat berharap tidak hal hal negative atau hal hal yang tidak di inginkan terjadi kepada bisnis mereka saat mengikuti keputusan pemerintahan yang satu ini. Walaupun sebenarnya langkah sementari itu memang tidak berdampatk pada hal hal yang tidak di inginkna seperti menghambat kompetisis dan juga membatasi bisnis yang sudah berinvestasi di negara tersebut selama beberapa tahun kebelakangan ini. Kita tunggu saja semoga bisnis teknologi yang sangat membantu khususnya di bidang transportasi ini tidak padam dan terus menerus berkembang seiringan dengan berjalanya waktu.