Panduan dan Tata Cara Wudhu Sesuai Sunnah yang Sah

Kaum muslim pastinya sudah mengetahui rukun wudhu dengan benar. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyucikan badan dari najis. Selain itu, Anda juga harus mengetahui tata cara wudhu sesuai sunnah nabi untuk menambah nilai ibadah. Sunnah adalah kondisi yang jika dilakukan Anda mendapatkan pahala, namun bila ditinggalkan tidak memperoleh dosa. Akan lebih baik jika Anda mengenal beberapa sunnah wudhu berikut ini:

  1. Berniat dalam hati

Tidak ada seorang sahabat nabi yang mengajarkan berniat dengan lisan, karena segala macam keinginan ada di hati. Bukan hanya saat wudhu, ketika shalat, puasa, dan ibadah lainnya disunnahkan mengucapkan niat dalam hati saja tanpa perlu diucapkan keras-keras.

  1. Berkumur sembari memasukkan air kedalam hidung

Tata cara wudhu sesuai sunnah yang dilakukan oleh Rasul salah satunya adalah berkumur sekaligus memasukkan air kedalam hidung. Kadang nabi melakukannya dalam sekali cidukan, dua, hingga tiga kali. Kegiatan ini dilakukan sebanyak 3 kali dan hingga kini banyak kaum muslim dan muslimah yang melakukan cara tersebut dalam berwudhu.

  1. Mengusap kepala sekaligus telinga

Beberapa hadist yang diriwayatkan oleh sahabat nabi mengisahkan tentang cara wudhu yang dilakukan rasul dengan mengusap kepala sekaligus telinga dalam sekali gerakan. Ada juga yang berpendapat bahwa cara tersebut dilakukan tidak hanya sebagian saja melainkan semuanya. Usap kedepan lalu ditarik ke belakang sehingga semua kepala terbasuh.

  1. Membasuh kepala satu kali

Banyak hadist sahih yang menjelaskan aturan berwudhu dengan mengusap kepala sekali. Cara ini dilakukan meniru kebiasaan yang dilakukan oleh Rasullullah dimana beliau hanya mengerjakan tahapan ini sekali saja. Sementara membasuh tangan dan lain-lain dilakukan sebanyak 3 kali. Beberapa ulama masih bersilang pendapat mengenai kesahihan hadist ini.

Beberapa tata cara wudhu sesuai sunnah yang disebutkan diatas semoga bisa menjadi tambahan info bagi Anda. Mengetahui rukun dan sunnah dalam wudhu bisa memperkaya pengetahuan sehingga dapat menghindari kesalahan praktik. Sering-seringlah membaca buku agama atau belajar dari ulama yang kompeten yang dapat memberikan arahan ibadah yang benar.