Satpol PP Kediri Razia Tempat Hiburan

Puluhan pekerja siks komersial atau psk yang kerap beroperasi disejumlah lokasilasi liar di Kediri jawa timur kembali terjaring rasia. Kali ini razia yang dilakukan tim gabungan sat pol pp dan polisi Kediri berhasil menjaring puluhan psk dan beberapa lelaki hidung belang.

Tim gabungan sat pol pp dan polisi Kediri merazia rumah dan warung dan lokasilasi liar di Kediri. Kedua tempat tersebut sering dipergunakan sebagai tempat mangkalnya psk dan pria hidung belang.

Dari razia ini tim gabungan berhasil mengamankan 38 orang psk dan 3 orang laki – laki tamu kencan yang terpergok saat mereka berkencan. Agus budi handoko kasat pol pp kabupaten Kediri mengatakan razia ini dilakukan di 20 tempat lokasilasi yang tersebar di enam kecamatan di wilayah kabupaten Kediri.


Tempat-tempat yang dirazia diantaranya di kecamatan nglegok sutojayan garum gandusari doko dan ponggok. Psk yang terjaring dalam razia ini langsung di kumpulkan di balai latihan dinas sosial provinsi yang berada di kecamatan garum.

Mereka akan diberi pengarah oleh bandara Kediri dan dibina supaya bisa kembali ke masyarakat sebagai wanita baik-baik dan bersedia meninggalkan profesinya.

Diduga karena terhimpit kebutuhan ekonomi dua sosok bayi yang diterlantarkan orang tuanya kembali terjadi. Kedua bayi tersebut ditemukan warga di terminal tulung agung dan satu lagi ditinggal orang tuanya di rsu dokter iskak.

Sebelum ditemukan warga disekitar terminal tulungagung dan rumah sakit dokter iskak kondisi kedua bayi sangat memprihatinkan.

Selain berat badanya sangat kurang jika dibanding anak seusianya bayi tersebut juga mengalami iritasi pada bagaian kulitnya.

Dari keterangan pihak rumah sakit bayi yang ditemukan diterminal tulungagung pada bagian mulutnya terdapat luka karena paksaan untuk meminum botol minum bayi ini dilakukan untuk mengnghindari bayi agar tidak menangis.

Di saat yang hampir bersamaan pihak rsu dokter iskak juga menerima bayi yang ditinggal orang tuanya. Bayi tersebut dalam kondisi badan yang kurus bahkan pihak rumah sakit menyebutkan bayi tersebut menderita busung lapar karena dalam usianya yang sekitar 5 bulan tersebut berat badanya hanya empat kilogram.

Dari informasi humas rumah sakit orang tua bayi setelah membawa bayi tersebut untyuk dirawat karena sakit panas beralasan ingin membeli susu didepan toko rumah sakit namun setelah ditunggu orang tua tidak kembali hingga sekarang.