Category: Masjid

Jalan – Jalan Ke Masjid di Malang

Jalan – Jalan Ke Masjid di Malang

Jalan - Jalan Ke Masjid di Malang

Pada akhir pekan memang paling asyik ketika menikmatinya bersama keluarga besar, bersama anak dan istri serta keluarga. Apalagi, menikmatinya di Malang yang penuh dengan pesona wisata alam yang sangat menggiurkan. Selain itu, akan banyak kita temukan Masjid yang berdiri disepanjang jalan kita mengelilingi Malang, Kota Batu dan Kota Malang.

Membicarakan Malang memang tidak aka nada habisnya, jika dihitung lebih dari seratus tempat wisata yang ada di Kota Malang, Kabupaten Malang maupun Kota batu. Mulai dari Pantai Balai Kambang, Jatim Park 2, Hawai Waterpark, Taman selecta, Pemandian air hangat, alun-alun Kota Batu, Batu Wonderland, Pantai Ngliyep, Patai Tiga warna dan masih banyak lagi. Semua ini tidak akan mungkin selesai dikunjungi hanya dalam satu hari saja.

Seperti kisah yang diceritakan Bapak Sulaiaman tetangga yang rumahnya tidak jauh dari Masjid Desa kami. Dalam, perkumpulan masyarakat Masjid pada waktu itu, Bapak Sulaiman membicarakan keinginannya itu, dan bertanya-tanya kira-kira apa yang bisa dikunjungi sampai pada lebih baik mengunjungi taman wisata yang mana. Karena pilihan yang banyak kita yang pada saat itu memang sedang duduk-duduk santai di teras Masjid juga ikut bingung.

Setelah lama kami berbincang, santapan kita akhirnya datang juga penjual nasi goreng yang memang sudah ditunggu sejak lama. Para perutpun sudah mulai kelaparan karena Pak Man begitu kami memanggil penjual nasi goreng itu biasanya pukul 20.00 wib sudah datang harus menunggu lama sekali. Katanya sih lagi banyak yang beli tadi, gitu kata Pak Man. Ya memang sih dimalam yang dingin seperti ini perut mudah sekali kelaparan.

Sampai perut kita kenyang ternyata belum juga bisa memberikan solusi atas kegalauan dari Pak Sulaiman tadi. Mau bagaimana lagi kita juga bingung belum, kalau bisa sebenarnya sudah kita sarankan untuk semuanya saja didatangi. Terlebih jika semua satu desa di ajak untuk ikut jalan-jalan di Malang, agar nantinya jadi tambah lebih seru lagi jika banyak yang ikut.

Kontraktor Kubah Masjid di Tanjung Selor Kalimantan Utara

Kontraktor Kubah Masjid di Tanjung Selor Kalimantan Utara

Kontraktor Kubah Masjid di Tanjung Selor Kalimantan Utara

Di sudut jalan tepat di pertigaan terlihat seorang yang sedang berdiri dibawah lampu penerangan jalan. Seorang yang memiliki tubuh berperawakan sedikit kurus dan tinggi sekitar seratus enam puluh lima sentimeter berdiri tegak. Seakan-akan dia sedang mencari sesuatu di tempat tersebut. Dirinya memakai topi bundar. Dengan rasa penasaran saya mendekatinya, ternyata dia membawa sebuah buku. Setelah saya tanya buku tersebut ada tulisan belajar menjadi kontraktor kubah masjid di Tanjung Selor. Banyak orang berlalu lalang disampingnya yang melihat orang tersebut. Meskipun berpakaian memakai kaos oblong warna biru tua dan memakai celana jens panjang dengan membawa jaket tebal yang disampirkan di tangan kanannya sambil membawa bukunya. Pria itu juga memakai sepatu pantovel berwarna hitam.

Dengan sedikit rasa takut, saya memberanikan diri bertanya akan kemana dirinya. Setelah saya tanya ternyata dia mencari warung kopi yang diingatnya berada di sudut jalan tersebut. Dengan cepat saya mengerti maksud dari pria tersebut. Memang dahulu ada sebuah warung di sudut jalan situ. Warung tersebut sering di kenal dengan warung mbok pengkolan. Karena tempatnya yang berada di pertigaan jalan dan yang menjual adalah seorang perempuan separuh baya. Penjual warung itu juga kalau jualan menggunakan baju seperti kebayak dan menggunakan jarik serta rambutnya di kuncir satu di belakang. Warung tersebut menjual berbagai macam minuman hangat dan dingin. Namun, warung ini sekarang sudah tidak ada lagi karena mbok pengkolan ini sudah tua dan tidak sanggup berjualan lagi. Mbok pengkolan ini di bawa kerumah anaknya seorang kontraktor kubah masjid karena sakit kencing manis dan tidak bisa berjalan. Akhirnya warung tersebut reyot dan sekarang sudah dibersihkan oleh yang punya tanah. Dahulu mbok pengkolan ini rumahnya dekat dengan rumah saya sekitar satu setengah kilo meter saja. Walhasil rumah tersebut sudah sekitar enam bulan kemarin terjual. Pembelinya juga teman dari anaknya yang bekerja sebagai kontraktor kubah masjid tersebut.

Pria ini serontak menanyakan dimana rumah dari anak mbok pengkolan itu. Pria itu mengaku sebelum ia menjadi seorang kontraktor kubah masjid di Tanjung Selor, setiap kali melewati jalan ini dia mampir ke warung mbok pengkolan ini. Saat itu dia masih bekerja sebagai kuli bangunan dengan gaji yang pas buat makan dan kontrak sekamar rumah untunya dia bermalam. Dia mampir ke warung tersebut mengaku hampir setiap hari karena dia mengutang kopi di mbok pengkolan ini. Setelah saya menjadi seperti saat ini pria ini ingin menyaur hutang yang entah berapa puluh juta jika di kruskan dengan uang. Dari cerita ini saya mengerti maksud dari pria yang sedang mencari mbok pengkolan ini. setelah saya memberi tahu kalau anaknya bernama Saidah seorang kontraktor kubah masjid juga. Pria ini langsung teringat temannya dan meninggalkan desa saya.