Komplotan Curanmor Sadis Dibekuk Polisi Blitar

Komplotan Curanmor Sadis Dibekuk Polisi Blitar. Seluruh hasil pengamatan secara rutin dilaporkan ke pusat vulkanologi dan mitigasi bencana di bandung dua kali sehari pada pukul 10 siang dan dua siang melalui alat komunikasi single side band s-s-b.

Menurut petugas pengamat gunung kelud budi priyanto hingga saat ini gunung berapi dengan ketinggian 1.731 meter diatas permukaan laut ini berstatus aktif normal namun pihaknya tetap mewaspadai perkembangannya terkait peningkatan status beberapa gunung berapi di jawa serta siklus 15 tahunan yang biasa terjadi di gunung kelud.

Dari data pengamatan di pos pemantauan gunung kelud selama bulan april ini telah terjadi gempa vulkanik sebanyak 5 kali gempa tektonik sebanyak 40 kali dan suhu kawah rata-rata 33 derajat celcius.

Peningkatan status gunung kelud biasanya diawali meningkatnya suhu kawah hingga 50 derajat celcius serta perubahan warna air kawah dari hijau menjadi kecoklatan. Diteruskan dengan peningkatan intensitas gempa vulkanik menjadi 5 kali setiap hari.

Terakhir kali gunung kelud meletus pada 10 pebruari tahun 1990 saat itu lahar menerjang dua kabupaten yakni blitar dan kediri tercatat puluhan korban jiwa manusia dalam musibah tersebut.

Dua orang anggota komplotan pencurian kendaraan bermotor di blitar jawa timur dibekuk aparat reskrim stasiun blitar keduanya terpaksa ditembak aparat karena mencoba melawan dengan sebilah pedang saat hendak ditangkap.

Dua gembong curanmor itu adalah supriyanto warga kromasan wlingi blitar dan abdul karim warga tanjung kalang nganjuk keduanya merupakan target operasi polisi selama sebulan lebih dalam berbagai kasus curanmor di blitar dan sekitarnya.

Korban terakhir komplotan ini adalah sepeda motor milik ibnu mukarom warga kromasan wlingi blitar bebek ag 4770 hl ini dijarah kedua pelaku kriminal saat diparkir di kandang ayam ibnu mukarom sempat memergoki pelaku namun tak bisa berkutik karena diancam dengan sebilah pedang.

Polisi yang mendapat laporan pencurian langsung melakukan pengejaran dan berhasil melumpuhkan keduanya dengan timah panas di kaki saat hendak ditangkap pelaku sempat mengancam dengan pedangnya.

Dihadapan petugas keduanya mengakui baru satu kali melakukan tindakan pencurian motor perbuatan kriminal itu terpaksa dilakukan karena mereka menganggur setelah di-phk dari tempat kerjanya sebagai buruh pabrik.